Ada sayembara menarik di sebuah kerajaan. Menarik, karena pemenang akan dinikahkan dengan puteri raja. Tak ada persyaratan khusus. Siapa pun boleh daftar. Kecuali, mereka yang sudah menikah.
Setelah berlalu tenggat akhir pendaftaran, seleksi pun dilakukan. Mulai dari kesehatan jasmani, ruhani, kelayakan usia, wawasan, keterampilan bela diri, dan tentu saja moralitas. Dari sekian kali seleksi, terpilihlah sepuluh pemuda. Seterusnya, mereka akan dipilih langsung oleh tuan puteri. Siapa diantara mereka yang berkenan di hati puteri.
Didampingi raja dan penasihat istana, puteri diperkenankan melihat langsung proses akhir seleksi. Satu per satu mereka diminta memaparkan keadaan diri secara jujur. Mereka pun diminta memperlihatkan wawasan politik, kemasyarakatan, hukum, pertahanan negara, dan ruang lingkup kehidupan rumah tangga.
Saat itulah, tuan puteri tampak bingung. Tak mudah menilai seseorang. Apalagi seorang yang akan menjadi pendampingnya seumur hidup. Dengan berat hati, ia bertanya pada salah seorang penasihat. 'Guru, dengan cara apa saya menilai mereka. Semuanya tampan. Semuanya cerdas. Dan semuanya tampak jujur dan tegar.'
Sosok tua yang berada tak jauh dari tuan puteri itu pun tampak mengangguk pelan. Matanya tetap terpejam. Senyum segar menghias wajahnya. 'Anakku, tataplah mereka dengan mata hatimu. Jangan terpedaya oleh mata di wajahmu. Niscaya, akan kau temui seorang pemuda yang layak untukmu.'
***
Saudaraku, dunia memang senantiasa tampil dengan penuh tipu daya. Jerat-jeratnya begitu halus. Hingga seseorang tak lagi sadar kalau mutu hidupnya dalam bayang-bayang fatamorgana dunia. Saat itulah, ia tak lagi mampu menilai: mana baik dan buruk.
Hidup ini adalah memilih. Akan terbentang luas aneka pilihan. Setiap saat, di hampir semua sisi kehidupan: ideologi, politik, ekonomi, hingga persahabatan dan perjodohan, memilih menjadi sebuah keharusan. Walau, semuanya tampak manis dan menawan.
Mata pada wajah kadang tak mampu menangkap busuk-busuk di antara pilihan itu. Bahkan, pancaran cahaya Allah yang begitu terang pun kadang sedikit pun tak terlihat olehnya. Semuanya samar dan gelap.
Hanya mata hati yang mampu menangkap itu. Hanya mata hati yang mampu memilah dan memilih: mana yang baik dan mana yang busuk; mana jalan lurus dan mana jebakan. Maha Benar Allah dengan Firman-Nya, "...Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (QS. 22: 46).
Artikel ini diambil dari "Bunga Rampai"
Minggu, November 09, 2008
Cara Kerja Barcode
Barcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja digital. Pada konsep digital, hanya ada 2 sinyal data yang dikenal dan bersifat boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau tidak ada (dengan besaran tegangan tertentu, misalnya 5 volt dan 0 volt).
Barcode menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari warna hitam dan putih. Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1. Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna putih akan memantulkan balik cahaya tersebut.
Selanjtnya, masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang berbeda. Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai. Demikian, karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh alat pembaca.
Dan sebab itu, batang-batang barcode harus dibuat demikian sehingga memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang menentukan cahaya). Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus, serta tidak ada lubang atau noda titik ditengah permukaannya. Sementara itu, ukuran titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi celah antara batang barcode. Saat ini, ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali titik yang dihasilkan printer pada resolusi 300dpi.
Saat ini terdapat beberapa jenis instrumen pembaca barcode, yaitu: pena, laser, serta kamera. Pembaca berbentuk pena memiliki pemancar cahaya dan dioda foto yang diletakkan bersebelahan pada ujung pena. Pena disentuhkan dan digerakkan melintasi deretan batang barcode. Dioda foto akan menerima intensitas cahaya yang dipantulkan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik, lalu diterjemahkan dengan sistem yang mirip dengan morse.
Pembaca dengan pemancar sinar laser tidak perlu digesekkan pada permukaan barcode, tapi dapat dilakukan dari jarak yang relatif lebih jauh. Selain itu, pembaca jenis ini memiliki cermin-cermin pemantul sehingga sudut pembacaan lebih fleksible.
Pembaca barcode dengan sistem kamera menggunaka sensor CCD (charge coupled device) untuk merekam foto barcode, baru kemudian membaca dan menterjemahkannya kedalam sinyal elektronik digital.
Bagaimana koneksi alat pembaca barcode dengan komputer? Ada 2 macam koneksi, yaitu sistem keyboard wedge dan sistem output RS232. Sistem ini menterjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari keyboard. Biasanya menggunakan port serial pada komputer. Kita memerlukan software pengantara, umumnya disebut software wedge yang akan mengalamatkan bacaan dari barcode ke software pengolah data barcode tersebut.
Barcode menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari warna hitam dan putih. Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1. Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna putih akan memantulkan balik cahaya tersebut.
Selanjtnya, masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang berbeda. Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai. Demikian, karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh alat pembaca.
Dan sebab itu, batang-batang barcode harus dibuat demikian sehingga memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang menentukan cahaya). Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus, serta tidak ada lubang atau noda titik ditengah permukaannya. Sementara itu, ukuran titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi celah antara batang barcode. Saat ini, ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali titik yang dihasilkan printer pada resolusi 300dpi.
Saat ini terdapat beberapa jenis instrumen pembaca barcode, yaitu: pena, laser, serta kamera. Pembaca berbentuk pena memiliki pemancar cahaya dan dioda foto yang diletakkan bersebelahan pada ujung pena. Pena disentuhkan dan digerakkan melintasi deretan batang barcode. Dioda foto akan menerima intensitas cahaya yang dipantulkan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik, lalu diterjemahkan dengan sistem yang mirip dengan morse.
Pembaca dengan pemancar sinar laser tidak perlu digesekkan pada permukaan barcode, tapi dapat dilakukan dari jarak yang relatif lebih jauh. Selain itu, pembaca jenis ini memiliki cermin-cermin pemantul sehingga sudut pembacaan lebih fleksible.
Pembaca barcode dengan sistem kamera menggunaka sensor CCD (charge coupled device) untuk merekam foto barcode, baru kemudian membaca dan menterjemahkannya kedalam sinyal elektronik digital.
Bagaimana koneksi alat pembaca barcode dengan komputer? Ada 2 macam koneksi, yaitu sistem keyboard wedge dan sistem output RS232. Sistem ini menterjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari keyboard. Biasanya menggunakan port serial pada komputer. Kita memerlukan software pengantara, umumnya disebut software wedge yang akan mengalamatkan bacaan dari barcode ke software pengolah data barcode tersebut.
Jumat, Juli 25, 2008
Kasus 1 : Form tidak mau tampil didepan ketika di-Show (ada timernya)
Pada suatu hari nich, ada mahasiswa yang menemukan kasus begini :
Dia masang 2 timer di form1, timer1 buat tulisan berkedip2, timer2 buat menampilkan form1 sekilas aja kemudian setelah itu akan dimunculkan form2 yang merupakan menu utama. Pada form2 terdapat link yang menuju ke form3 dengan menggunakan komponen menu. Nah ketika perintah form3.show dijalankan, tampil form3 sekilas kemudian form2 langsung tampil menutupinya dan setiap diklik form3 kejadiannya berulang seperti itu. udah dicari muter-muter,,,,eh ternyata masalahnya cuma1. yaitu setelah menjalankan timer2 diakhir listingnya sebelum end harus ditambahkan
"timer2.enabled:=false"
udah deh langsung oke. oh ternyata itu tadi efek dari kedip2nya timer2 yang ada di form1 tooo...
emang kelihatan sepele yah, tapi bikin mumetz juga.
Okke... bagi rekan-rekan mahasiswa, jika ada pertanyaan tentang nDelphi, boleh diskusi dengan saya (kalo saya pas bisa jawab ya langsung tak jawab tapi kalo belum ktemu jawabannya yah kita cari sampe ktemu).
Asalkan nich pertanyaannya yang masuk akal, bukan termasuk "Buatkan aku program anu donk, dari A sampai Z karena aku enggak bisa". Nah, itu adalah hal yang harus sangat dihindari.
Lagipula nich, belum tentu semua pertanyaan bisa saya jawab (karena keterbatasan saya) n bisa jadi mahasiswanya nich ada yang lebih pinter dari dosennya :-)
Makanya ada beberapa saran yang bisa dilakukan sebelum bertanya :
1. Cari tau tentang permasalahan anda di buku,
2. Searching di internet, atau coba baca-baca di forum online (contoh: http://www.delphi-id.org/)
3. Lakukan uji coba seperti yang mereka (buku/internet) bilang,
4. Jika belum mudeng atau belum berhasil atau error nah itu baru ada kasus yang bisa dibahas "saya udah coba begini begitu, tappi koq hasilnya begini eror dan sebagainya". gitu dehh..yang jelas sebenarnya mahasiswa itu kreatif. karena itu mumpung masih jadi mahasiswa nich, jangan sia-siakan waktu kuliah, belajarlah sepuas-puasnya. gali potensi kalian, oke...?
Selamat Belajar
"Love nDelphi"
Dia masang 2 timer di form1, timer1 buat tulisan berkedip2, timer2 buat menampilkan form1 sekilas aja kemudian setelah itu akan dimunculkan form2 yang merupakan menu utama. Pada form2 terdapat link yang menuju ke form3 dengan menggunakan komponen menu. Nah ketika perintah form3.show dijalankan, tampil form3 sekilas kemudian form2 langsung tampil menutupinya dan setiap diklik form3 kejadiannya berulang seperti itu. udah dicari muter-muter,,,,eh ternyata masalahnya cuma1. yaitu setelah menjalankan timer2 diakhir listingnya sebelum end harus ditambahkan
"timer2.enabled:=false"
udah deh langsung oke. oh ternyata itu tadi efek dari kedip2nya timer2 yang ada di form1 tooo...
emang kelihatan sepele yah, tapi bikin mumetz juga.
Okke... bagi rekan-rekan mahasiswa, jika ada pertanyaan tentang nDelphi, boleh diskusi dengan saya (kalo saya pas bisa jawab ya langsung tak jawab tapi kalo belum ktemu jawabannya yah kita cari sampe ktemu).
Asalkan nich pertanyaannya yang masuk akal, bukan termasuk "Buatkan aku program anu donk, dari A sampai Z karena aku enggak bisa". Nah, itu adalah hal yang harus sangat dihindari.
Lagipula nich, belum tentu semua pertanyaan bisa saya jawab (karena keterbatasan saya) n bisa jadi mahasiswanya nich ada yang lebih pinter dari dosennya :-)
Makanya ada beberapa saran yang bisa dilakukan sebelum bertanya :
1. Cari tau tentang permasalahan anda di buku,
2. Searching di internet, atau coba baca-baca di forum online (contoh: http://www.delphi-id.org/)
3. Lakukan uji coba seperti yang mereka (buku/internet) bilang,
4. Jika belum mudeng atau belum berhasil atau error nah itu baru ada kasus yang bisa dibahas "saya udah coba begini begitu, tappi koq hasilnya begini eror dan sebagainya". gitu dehh..yang jelas sebenarnya mahasiswa itu kreatif. karena itu mumpung masih jadi mahasiswa nich, jangan sia-siakan waktu kuliah, belajarlah sepuas-puasnya. gali potensi kalian, oke...?
Selamat Belajar
"Love nDelphi"
Pingin Jadi Programmer yang Handal?
Tugas utamanya programmer itu kan menterjemahkan bahasa manusia ke bahasa mesin. Yang menjadi masalah orang yang minta diterjemahkan itu latar belakangnya beda-beda, misalnya ada boss yang punya perusahaan jual beli, ya berarti boss tsb tentu minta si programmer untuk menterjemahkan manajemen penjualan versi si boss ke komputer kantor. Ini beda lagi kalo si programmer tersebut ketemu sama bossnya manufaktur, tentu saja boss perusahaan penjualan beda bahasanya dengan boss manufaktur. Dan masih banyak lagi tipe orang-orang yang harus dikenali sama si programmer tadi.
Nah pada saat si programmer tadi ketemu tipe orang satu dengan yang lain, maka si programmer tadi harus memahami gimana alur pemikiran dan cara kerja masing-masing orang tadi, misal ketemu sama boss manufaktur si programmer juga harus paham proses manufaktur, atau kalo ketemu boss perusahaan retail ya programmer juga harus tau retail itu gimana.
Akan tetapi dari gambaran tersebut diatas, seorang programmer masih bisa berpikir secara cerdas bagaimana cara ngakalinnya supaya si programmer itu bisa menguasai permasalahan yang ada.
Nah jika si programmer itu mampu menguasai permasalahan yang ada dan dia mampu mencarikan solusi yang tepat, maka saat itulah si programmer tadi akan mendapat gelar "Programmer Handal".
Apa yang harus dilakukan jika ingin menjadi seorang programmer yang handal?
1. Si Programmer harus pinter menggambar. (Nggambar ERD, DFD, Flowchart, DLL dech).
2. Si Programmer ini juga harus pandai berbicara dan gaul. (Gampang nyambung kalo diajak ngomong).
3. Si Programmer tidak boleh gaptek. (Harus tahu teknologi, nggak ketinggalan zaman).
4. Programmer itu harus jago copy-paste. (Programmer itu dekat sekali sama teknologi, teknologi itu beda tipis sama rajin eksperimen. Konsep katanya sich gampang, kalo sering dicoba lama-lama akan tau dengan sendirinya).
5. Programmer itu harus pinter ilmu salon kecantikan. (Maksudnya cantik disini adalah desain tampilan programnya itu yang harus cantik. Nah kecantikan ini bukan berarti harus banyak gambarnya atau banyak kata-kata mutiaranya, tapi cantik itu seharusnya tampilan programnya itu simple, nggak aneh-aneh sehingga orang lain bisa mengerti apa yang diinginkan sama programmernya tadi dengan cepat tanpa perlu belajar susah-susah).
6. Si programmer itu harus pinter nulis, (Aktif nulis artikel, buku atau apa ajalah yang bisa dipelajari orang lain. Kata orang "setajam-tajamnya pikiran kita, masih lebih tajam sebatang pena". Ini artinya apa? sepandai-pandainya kita, kalo kita nggak rajin menuliskannya maka lama-lama akan lupa juga).
7. Programmer itu harus rajin berdo'a. (Nah do'a itu penting biar kita dekat sama yang Diatas sana. Kita harus sadar bahwa kita ini makhluk yang bodoh, tanpa ada amanah ilmu dari yang Diatas tentu kita tidak bisa apa-apa. Makanya kita harus rajin-rajin minta petunjuk, siapa tahu yang Diatas memberikan sedikit ilmunya buat kita. Tapi kalo kita sudah dikasih ilmu sama yang Diatas, seharusnya kita juga gak boleh pelit membagi ilmu kita ke orang lain. Percaya deh semakin banyak kita membagi ilmu kita ke orang lain, maka yang Diatas pun tidak akan pernah bosen ngasih ilmu ke kita).
Artikel dari : http://ekoheri.blogs.friendster.com/my_blog/2007/08/pingin_jadi_pro.html
Nah pada saat si programmer tadi ketemu tipe orang satu dengan yang lain, maka si programmer tadi harus memahami gimana alur pemikiran dan cara kerja masing-masing orang tadi, misal ketemu sama boss manufaktur si programmer juga harus paham proses manufaktur, atau kalo ketemu boss perusahaan retail ya programmer juga harus tau retail itu gimana.
Akan tetapi dari gambaran tersebut diatas, seorang programmer masih bisa berpikir secara cerdas bagaimana cara ngakalinnya supaya si programmer itu bisa menguasai permasalahan yang ada.
Nah jika si programmer itu mampu menguasai permasalahan yang ada dan dia mampu mencarikan solusi yang tepat, maka saat itulah si programmer tadi akan mendapat gelar "Programmer Handal".
Apa yang harus dilakukan jika ingin menjadi seorang programmer yang handal?
1. Si Programmer harus pinter menggambar. (Nggambar ERD, DFD, Flowchart, DLL dech).
2. Si Programmer ini juga harus pandai berbicara dan gaul. (Gampang nyambung kalo diajak ngomong).
3. Si Programmer tidak boleh gaptek. (Harus tahu teknologi, nggak ketinggalan zaman).
4. Programmer itu harus jago copy-paste. (Programmer itu dekat sekali sama teknologi, teknologi itu beda tipis sama rajin eksperimen. Konsep katanya sich gampang, kalo sering dicoba lama-lama akan tau dengan sendirinya).
5. Programmer itu harus pinter ilmu salon kecantikan. (Maksudnya cantik disini adalah desain tampilan programnya itu yang harus cantik. Nah kecantikan ini bukan berarti harus banyak gambarnya atau banyak kata-kata mutiaranya, tapi cantik itu seharusnya tampilan programnya itu simple, nggak aneh-aneh sehingga orang lain bisa mengerti apa yang diinginkan sama programmernya tadi dengan cepat tanpa perlu belajar susah-susah).
6. Si programmer itu harus pinter nulis, (Aktif nulis artikel, buku atau apa ajalah yang bisa dipelajari orang lain. Kata orang "setajam-tajamnya pikiran kita, masih lebih tajam sebatang pena". Ini artinya apa? sepandai-pandainya kita, kalo kita nggak rajin menuliskannya maka lama-lama akan lupa juga).
7. Programmer itu harus rajin berdo'a. (Nah do'a itu penting biar kita dekat sama yang Diatas sana. Kita harus sadar bahwa kita ini makhluk yang bodoh, tanpa ada amanah ilmu dari yang Diatas tentu kita tidak bisa apa-apa. Makanya kita harus rajin-rajin minta petunjuk, siapa tahu yang Diatas memberikan sedikit ilmunya buat kita. Tapi kalo kita sudah dikasih ilmu sama yang Diatas, seharusnya kita juga gak boleh pelit membagi ilmu kita ke orang lain. Percaya deh semakin banyak kita membagi ilmu kita ke orang lain, maka yang Diatas pun tidak akan pernah bosen ngasih ilmu ke kita).
Artikel dari : http://ekoheri.blogs.friendster.com/my_blog/2007/08/pingin_jadi_pro.html
Selasa, Juni 10, 2008
"Nyonteq" Mau Nilai atau Ilmu?
:-)
Hm...pada suatu hari saya dapat giliran ngawas mahasiswa yang lagi ujian. Saya jadi ingat sekitar tiga tahun lalu, persisnya di tempat ini. Ketika saya juga lagi ujian, kanan kiri, depan belakang, ada aja beberapa mahasiswa yang grasak-grusuk ntah ngliatin punya temennya atau ngumpetin cuilan kertas dan membukanya sembunyi-sembunyi, mencuri kesempatan disaat pengawasnya lengah, ya ampooon...
Apa sih yang mereka kejar? Nilai?
Nilai bukanlah segalanya, kemampuan yang utama, meskipun nilai dapat menjadi cermin dari sebuah kemampuan (itu moto TA saya waktu D3 dulu :-))
Dengan berbagai alasan, menyontek nampaknya sudah menjadi tradisi yang selalu dilakukan pada saat ujian. Mulai dari alasan "kalau saya nilainya kecil, nanti ndak lulus, nanti nyusahin orang tua karena harus bayar lagi", atau bagi yang ketangkap basah kalo ditanya mungkin jawabnya "karena semalam saya nggak belajar, pak". Nah ini, rasa malas atau jenuh terkadang menghantui para pelajar atau mahasiswa. Karena tingkat kecerdasan otak manusia memang beda-beda. Ada yang belajarnya super kebut dan ada yang super ngantuk. Namun semua itu juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Kenapa? "karena lagi asyik pacaran, pak, jadi belajarnya lupa". "Hoala nak, harusnya cari pacar yang bisa jadi motivator begitu...biar tambah rajin belajar." Hehehe,...
"Kalo begitu, sering-seringlah berdekatan dengan orang pinter, dengan orang yang rajin belajar, atau bentuk kelompok-kelompok belajar. Atau ikut forum online".
Sebagai seorang pengajar, kadang kita menemukan mahasiswa yang hanya sekali dijelaskan langsung konek, ada juga yang lama loadingnya. Sekali lagi otak manusia memang tidak sama. Itu biasa, tergantung bagaimana kesabaran kita dalam membimbing mereka. Yang jelas, pekerjaan mengajar itu akan terasa sangat menyenangkan bagi mereka yang dapat menghayatinya. Bahwa ini bukan sekedar mencari income semata, namun lebih kepada sebuah tanggung jawab untuk menyampaikan ilmu bagi orang lain lain dan bagaimana cara kita menyampaikannya sehingga orang lain itu mengerti dan memahami.
Selanjutnya, tingkat kepahaman mereka juga dipengaruhi oleh usaha mereka sendiri untuk mau belajar atau tidak.
Yah gitu deh, sore ini isi hatiku udah tertuang di dalam cerita ini.
Ngomong-ngomong nih, sejak pulang dari Jogja saya udah lama nggak ikut seminar. Jadi ingin ndengerin motivasi lagi deh. Apalagi besok tanggal 16 Juni 2008 ada seminar bagus banget yang akan dihadiri oleh pembicara yang sangat luar biasa "CM Putu Putrayasa".
Hadir yuk...
Okke, sampai jumpa dalam "Quantum Ikhlas "------"The Power Of Dream"
Salam "AKMI"
Hm...pada suatu hari saya dapat giliran ngawas mahasiswa yang lagi ujian. Saya jadi ingat sekitar tiga tahun lalu, persisnya di tempat ini. Ketika saya juga lagi ujian, kanan kiri, depan belakang, ada aja beberapa mahasiswa yang grasak-grusuk ntah ngliatin punya temennya atau ngumpetin cuilan kertas dan membukanya sembunyi-sembunyi, mencuri kesempatan disaat pengawasnya lengah, ya ampooon...
Apa sih yang mereka kejar? Nilai?
Nilai bukanlah segalanya, kemampuan yang utama, meskipun nilai dapat menjadi cermin dari sebuah kemampuan (itu moto TA saya waktu D3 dulu :-))
Dengan berbagai alasan, menyontek nampaknya sudah menjadi tradisi yang selalu dilakukan pada saat ujian. Mulai dari alasan "kalau saya nilainya kecil, nanti ndak lulus, nanti nyusahin orang tua karena harus bayar lagi", atau bagi yang ketangkap basah kalo ditanya mungkin jawabnya "karena semalam saya nggak belajar, pak". Nah ini, rasa malas atau jenuh terkadang menghantui para pelajar atau mahasiswa. Karena tingkat kecerdasan otak manusia memang beda-beda. Ada yang belajarnya super kebut dan ada yang super ngantuk. Namun semua itu juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Kenapa? "karena lagi asyik pacaran, pak, jadi belajarnya lupa". "Hoala nak, harusnya cari pacar yang bisa jadi motivator begitu...biar tambah rajin belajar." Hehehe,...
"Kalo begitu, sering-seringlah berdekatan dengan orang pinter, dengan orang yang rajin belajar, atau bentuk kelompok-kelompok belajar. Atau ikut forum online".
Sebagai seorang pengajar, kadang kita menemukan mahasiswa yang hanya sekali dijelaskan langsung konek, ada juga yang lama loadingnya. Sekali lagi otak manusia memang tidak sama. Itu biasa, tergantung bagaimana kesabaran kita dalam membimbing mereka. Yang jelas, pekerjaan mengajar itu akan terasa sangat menyenangkan bagi mereka yang dapat menghayatinya. Bahwa ini bukan sekedar mencari income semata, namun lebih kepada sebuah tanggung jawab untuk menyampaikan ilmu bagi orang lain lain dan bagaimana cara kita menyampaikannya sehingga orang lain itu mengerti dan memahami.
Selanjutnya, tingkat kepahaman mereka juga dipengaruhi oleh usaha mereka sendiri untuk mau belajar atau tidak.
Yah gitu deh, sore ini isi hatiku udah tertuang di dalam cerita ini.
Ngomong-ngomong nih, sejak pulang dari Jogja saya udah lama nggak ikut seminar. Jadi ingin ndengerin motivasi lagi deh. Apalagi besok tanggal 16 Juni 2008 ada seminar bagus banget yang akan dihadiri oleh pembicara yang sangat luar biasa "CM Putu Putrayasa".
Hadir yuk...
Okke, sampai jumpa dalam "Quantum Ikhlas "------"The Power Of Dream"
Salam "AKMI"
Langganan:
Postingan (Atom)